Be My Follower :)

01/10/15

Thought about love.

Siapa yang pernah atau sedang jatuh cinta? Coba ucapkan satu nama, yang diam-diam selalu kamu sebutkan dalam doa.
Semoga kelak, kalian dipersatukan dalam cinta di keabadian. Amin.
Lalu apa cinta itu? Cinta itu, ketika kamu menyebutkna namanya, walau tanpa suara, hatimu bergetar, seperti ada sesuatu didalam sana yang membuatmu meyakini bahwa, dia lah, satu nama yang kamu sebutkan, yang kamu semogakan.
Paling sulit adalah mendeskripsikan cinta.
Ada yang mengatakan cinta itu abstrak, karena kamu tidak akan mengetahui perasaan apa yang sedang ada di dalam diri. Adapula yang mengatakan, cinta itu suci, karena murni dan tidak tersentuh sama sekali, perasaan yang tulus mengalir begitu saja. Cinta itu ......... apa menurutmu?
Menurutku,
Cinta itu lucu. Datangnya tiba-tiba. Hal-hal kecil bisa membuat kamu bahagia, pun sebaliknya. Ajaibnya, ketika perasaan itu muncul bersama sosoknya, akan ada kupu-kupu yang terbang seperti ingin keluar dari perut. Lucu ya?
Tapi, tidak sesimple itu memang.
Cinta itu memang lucu kok.
Cinta yang membuat pipi memerah ketika mata saling bertukar pandang. Membuat diam-diam berharap bisa melihat senyumannya, walau dari kejauhan. Gerak-geriknya selalu diperhatikan, dan sekonyol apapun, akan membuat kamu semakin jatuh cinta.
Cinta juga adalah rasa rindu. Ketika ada suatu rasa yang mengganjal entah apa, membuatmu rela menunggu, walau sekesal apapun, kamu tetap melakukannya.
Menginginkannya dan  tidak mau berbagi space sedikitpun pada siapapun. Cinta seegois itu.
Rela menghabiskan penghujung malam bersama, bercerita apapun, bahkan hal-hal yang pernah dibicarakan, tapi aku selalu menikmatinya, menikmati suaramu di ujung sana.
Dan benar saja....... cinta seperti itu. Walau tidak sesederhana itu.
Mereka pernah bilang jika ingin membuatnya jatuh cinta maka buatlah tertawa. Tetapi, setiap kali dia tertawa, akulah yang dibuat jatuh cinta.
saat kamu jatuh cinta,
Dia yang  biasa saja, akan  menjadi begitu luar biasa. Dimatamu.
Cinta itu buta? Tidak. Cinta membimbing menyusuri jalan-jalan yang kamu takutkan untuk melewatinya sendirian.
Yang membutakan adalah, ketika cinta itu jatuh pada orang yang salah, jalan yang salah.
Jatuh cintalah pada seorang yang membuat bahagia... karena disaat jatuh pun, akan ada dia yang bersedia meraih dalam pelukannya.  Pada dia yang, bersedia mendengarkan cerita-ceritamu tentang apa saja. Pada dia yang tetap tidak meninggalkanmu, seberapapun egoisnya kamu.
Dan pada dia yang, membuat kamu berada pada posisi
"banyak cinta yang datang mendekat, ku menolak.... semua itu karena ku cinta kau... Kau....” -BCL
Karena, tidak mudah untuk bertahan pada satu pilihan sementara ada banyak pilihan yang lain. Dan jika ada satu orang yang membuat kamu bertahan, maka jangan lepaskan.
Cinta tetap mempunyai satu alasan untuk bertahan, meski ada beribu alasan menjatuhkan.



Dan aku pikir, aku sedang jatuh cinta.
  dan cinta itu kamu ........



Love,

yours. <3

22/08/15

Other Diaries

Jadi aku pernah begitu mencintai seseorang, namun menyimpannya begitu dalam.
Karna Allah bilang, memantaskan diri lebih baik. Kalau memang aku adalah bagian dari tulang rusuknya, mungkin saja biar sejauh apapaun, pasti akan di pertemukan.
Layaknya Adam dan Hawa.

Dan mungkin ini salahku. Ketika dia yang aku cintai tidak lagi bisa menjadi sandaran, aku menemukan sosok yang lain.
Yang begitu mirip dg sosok sebelumnya.
Matanya……..
Hingga, membuatku menjatuhkan pilihan untuk ‘juga’ belajar mencintainya.
Iya aku salah. Nyatanya, tidak ada yang bisa menggantikan sosok terdahulu itu.
Walaupun mungkin akan terganti, entah dengan siapapun, mungkin tidak akan secepat ini.
Dan aku memilih pergi. Dari kedua sosok itu.
Mungkin akan tetap bersama, namun tidak lagi sama :)
TUMBLR.march'15


Halo Hati,

Apa kabarmu?
Ah. Kupikir aku telah benar-benar bebas tanpa hati yang lainnya.
Tapi,
Hati…..
Aku mohon, jangan dulu…
Aku belum siap untuk kedatangan sosok baru.
Biarlah aku menikmati hati ini sendiri.
Dan jika suatu saat memang dialah, biarkan itu menjadi urusan nanti.
Yang pasti, biarkan saat ini
Aku tak mengisi hati,
Izinkan aku untuk memantaskan diri.
Cukuplah hati ini penuh dengan cintaNya. Tidak pada selainNya.
Dan jika memang dialah, biarkan Dia yg menyatukan hati ini.
Diatas cintaNya.
TUMBLR.June'15

Jika aku jatuh cinta

Cintakanlah aku pada Al-Quran -Mu
Cintakanlah aku pada solat, shalawat memuja-Mu
Cintakanlah aku pada sujud panjang di penghujung malam-Mu
Cintakanlah aku pada ibadah ibadah untuk-Mu Yaa Rabb….
Jangan cintakan aku pada ilusi dunia.
Jangan cintakan aku pada suatu yang tidak Engkau ridhoi.
Jangan cintakan aku pada dia, yang tidak mencintaimu.

Satukanlah cintaku pada-Mu bersama shalat, shalawat, bacaan Al-Quran serta sujud panjang di penghujung malam-Mu.
Hanya untuk-Mu…..
Aamiin.
TUMBLR.June'15

18/05/15

HighSchool Moment

Hello Bloggie!!
Wow long time no post... RINDUUUUUU!!!!
Rindu nulis. banget. setahun kebelakang ini (selama kelas 3 SMA) aku udah vakum dari baca novel, dan beberapa bulan vakum buat nulis. Bukan karena gak ada ide, ide datang banyak banget. Tapi ya gitu, sibuk ini itu. Akhirnya ide-ide itu menguap gitu aja :( Sebenernya gak bijak sih jadiin itu alasan yaa. Kalo ngeliat seberapa sibuknya Ayahanda Alm.Pepeng yang dengan segala kekurangannya tetap bisa nulis buku, WOW aku gak ada apa-apanya.

Well, sekarang udah selesai masa-masa sibuk SMA. sekarang lagi jadi pengagguran pra-anak kuliahan #ceileehhh
GAK KERASA SUMPAH DEHHHH HUAAAA *maaf capslock jebol*
gak kerasa banget udah selesai aja masa SMA guehh
Seneng pastilah, Bye-bye putih abu-abu. Bye-bye Ulangan Harian, Bye-Bye PR, Bye-Bye Upacara Bendera, Bye-Bye Topi-Ikat Pinggang dan dasi yang sering ilang pas hari senin.
Bye-Bye juga temen-temen, Bye-Bye guru-guru gokil Smansa, Bye-Bye Kantin, Bye-Bye kelas kesayangan, Bye-Bye UKS yang jadi tempat tidur ketiga setelah kamar dirumah dan kelas, Bye-Bye!
BYE-BYE!!!!
sedih juga serius. nulis ginian aja bikin sesek. betapa bahagia nya masa SMA ku .
"Excellent International Class Of Fourth Generation"
'12/'15
Ini foto anak kelas ku + Bu Siro, Bu End, Wali Kelas kita
Foto ini di ambil setelah pengumuman kelulusan 15/5/15
Bangga nya, 3 Nilai tertinggi UN berasal dari kelas ini :')

The place that teach me how to be a good person. Then, I survive! I did it!

Aku ngakuin kok, saat kelas 1 SMA emang aku suka asyik sama dunia sendiri, rada songong gitu, childish, pokoknya masih egois bangettt, frontal, kalo gak suka ya bilang gak suka, gak pake mikir kalo ngomong, lebih milih adu langsung dalam percekcokan dibanding diam atau menyelesaikan masalah kaya sekarang.
Emang yaa, masa SMA itu masa nya peralihan.
lucu juga kalo baca postingan aku disini (ini awal banget masuk SMA dan gak terbiasa dengan suasana yang ada) dan disini (masih kelas 1 SMA tapi udah mulai bisa beradaptasi)

Ini nih salah satu untungnya menulis, kamu bakal bisa flashback sesuatu sedetail tulisan kamu saat itu. Haha.
Kadang aku juga gak nyangka sama apa yang udah aku tulis. Setelah dibaca ulang kadang mikir, ini yang nulis aku?
Pokoknya harus tetap nulis! apapun!

Okelah back to my Senior High School moment.

Masa SMA itu bener-bener masanya belajar!
Belajar banyak hal. Tentang pelajaran tentu yaaa, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, B.Indonesia, English, PKn, Sejarah, Ekonomi, Geografi. Dan yang lebih penting dari pelajaran-pelajaran itu adalah, kita belajar tentang hidup.
Percaya gak percaya, nyadar gak nyadar, Yaa emang gitu.

Ada yang akan berubah menjadi lebih baik, tapi gak sedikit yang malah lebih buruk dari sebelumnya.
Itu tergantung bagaimana kamu menjalani prosesnya.

Belajar tentang hidup!
well, apa aja sih?

10/01/15

Lelaki bermata Hujan dan bermata Teduh.



Lelaki bermata Hujan.
Kenapa Hujan? Karena hujan membuatku jatuh cinta, pun kepadanya. Manik mata yang begitu lekat, tak pernah mampu membuatku beralih menatapnya. Aku sangat mencintai hujan, disetiap rintiknya. Jika yang lain berani bermain bersama hujan, aku lebih senang menikmatinya dalam keteduhan. Dan aku mencintai lelaki bermata hujan. Diam-diam mencintai dengan sangat dalam.
Namun, layaknya hujan, dia datang lalu pergi…….. menyisa genangan.

Lelaki bermata Teduh.
Sebut saja dia Lelaki bermata teduh. Sorot matanya yang tajam, namun menenduhkan mampu membuat ku jatuh. Jatuh hati. Bersamanya aku nyaman, tidak akan sakit karena bermain hujan pun kepanasan. Di saat diam-diam aku menikmati tiap rintik hujan, dia tetap bersamaku, tidak meninggalkanku, tidak membiarkanku kehujanan. Dan diam-diam rasa nyaman ubah menjadi rasa cinta yang mendalam.
Namun, kusadari, tanpa hujan, aku tidak akan mencintai keteduhan…….

Lalu pada Hujan ataukah keteduhan? Beri aku pilihan.


Ps: Dan aku baru menyadari, berkali-kali aku menyebutkan “Aku mencintai hujan.”

18/07/14

3 Steps In Love




“Jika hujan turun dengan tanda sebelumnya, maka berbeda dengan hati dan rasa
yang tidak tahu kapan akan merona, mengelam atau sebatas memudar. “
-emeliariska


“Jadi cuman sampai disini perjuangan kamu, Kak?” bening di manik matanya mulai mengalir perlahan.
Sementara Sang Lelaki pujaannya hanya bergeming dengan wajah tak nyaman. Lelaki yang selama ini menjadi sandaran hatinya, begitu pengecut hanya untuk mengungkapkan ‘Mengapa’.
“Jahat!” Akhirnya hanya kata itu yang keluar dari bibir manis si gadis mungil, mewakili seluruh kecamuk di dadanya. Pundaknya naik turun menahan isak. Tak ada lagi pundak yang Ia cari, pundak itu kini pergi. Menghempas harap Sang Gadis.
***
 “Aku tau kamu mulai bosan, mulai berpikir untuk melabuhkan harap pada lelaki lain. Tapi aku yakin, kamu tidak benar-benar berhenti mencintaiku. Aku yakin. Iya kan, Sayang?” Lelaki itu menggenggam tangan gadisnya dengan tulus, berusaha menemukan sirat cinta dari matanya.
Sementara Sang Gadis pujaannya hanya bergeming dengan wajah tak nyaman. Berusaha menyembunyikan gejolak di dadanya. Begitu segan hanya untuk mengungkapkan ‘Kenapa’.
“Kembalilah, ku mohon.” Akhirnya hanya kata itu yang mampu keluar, mewakili seluruh harap yang menggantung. Gadis mungil itu menatap Sang Lelaki dengan penuh rasa tak percaya. Lelaki itu seperti mengumpulkan kembali serpihan hati yang telah dihancurkan. Serpihan hati Sang Lelaki.
***

“Aku mencintaimu, Sayang”
“Aku juga mencintaimu, Kak”
Sesederhana itu namun mampu membuat hati bergetar, membuat awang dipenuhi wajah Sang Pujaan. Ya, Sesederhana itu.
~



Haii Loverssss… Howdy??!
Anyway, di postingan kali ini gue menaruh judul “3 Steps In Love”, Why?
Okkey, gue lama gak ngepost dan sekalinya ngepost isinya cinta-cintaan. Pfft.
Gapapa kan yaa? Yaaa? *puppyeyes* muehehe. Siapa yang ngelarang coba kan :p
Dari judulnya aja udah ketahuan bangetkan isinya apa. Ini sih secara garis besar dan menurut survey nyata. Bukan sebatas Quick Count! Kalau menurut gue sih kayak gini, taudeh menurut Tipiwan :3
Back to our topic, Siapa sih yang gak pernah ngerasain virus merah jambu ini? Virus yang bisa bikin senyum gak jelas, loncat-loncat sendiri, bahkan nyuci baju sendiri menari-nari di padang ilalang sambil bilang “I FEEL FREE~~~”. Sorry gue gak curcol, ini survey yang membuktikan! *iyain aja biar cepet*
Just being together we'll be perfect.
 3 Steps In love membahas tentang fase percintaan yang hampir semua orang yang merasakan cinta akan merasakannya. Bisa jadi, kita ngerasain, kita ngalamin, tapi kita gak nyadar akan fase itu.
Love yang kita bahas disini sebatas Love diantara laki-laki dan perempuan yang sebelumnya ngerasa asing, tapi bisa jadi berasa deket banget. Just call it “The Power Of Love”….  Tidak termasuk love kepada orangtua ataupun saudara yaaa. Ngerti kan maksud aing? Aing gak bisa ngejelasin qaqs :’(
Actually, Love isn’t just about the relationship. Why? Karena semua orang berhak merasakan cinta tanpa harus adanya ‘Relationship’ itu sendiri.
Kenapa gue bilang gitu? Karena umat-umat jomblo masih merajai ¾ dunia. Dengan kekuasaan yang merajalela, dan hati yang terlena-lena. Jadi buat kalian para kaum ‘Tidak Jomblo’, jangan sombong karena kalian hanya bagian kecil dari dunia ini. Jangan menghina yang jomblo, karena bisa jadi mereka lebih mulia karena menjaga mata, hati dan diri #tjieeee



Langsung aja menuju ke 3 Steps In Love:

1   Love Is Blind
Ngerasa gak sih, kalo udah mencintai seseorang bisa bikin buta? That’s rite. Pikir lagi deeeeh, bener gak? Haha.
Disaat kita mencintai seseorang, apalagi secara berlebihan itu akan membuat kita hanya berfokus pada apa yang membuat kita tertarik. Misalnya, kita suka ngeliat senyum si cewe karena giginya yang gingsul. Kita gak peduli itu cewe rajin sikat gigi apa enggak, bisa jadi mulutnya bau jeroan tapi kita gak peduli. Ya Kan?
Apalagi nih kalau rasa itu baru-baru tumbuh, semuanya berasa indah aja. Twitter di follow back gebetan aja bisa bikin terbang bersama lumba-lumba akrobatis :3 pikirin aja kalau yang lainnya gimana? Istilahnya tuh ya Dunia berasa milik berdua, Mpok Nori kek Luna Maya.
The power of Love……..
Tapi bahayanya kalau kita gak bisa mengendalikan rasa cinta itu, sehingga membuat diri kita terlena dan gak sadar apa-apa. Bahaya bin Fatal! Makanya, jangan biarin rasa cinta itu mengendalikan diri kita, haruslah kita yang mengendalikannya. Gimana caranya?
Rasulullah SAW bersabda,
“Tali iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah”
 (HR At-Tirmidzi)
Itu doang masa? Iya itu doang. Serius? Iyaaaaaa serius, duarius malah.
                Why? Karena dengan seperti itu kita sudah mengendalikan diri kita sendiri. Cinta yang kita punya gak sebatas nafsu belaka. Nafsu disini bukan hanya ‘aktifitas’, tapi dari hal sederhana. Misalnya mencintai seseorang karena kecantikannya. Itu nafsu J paham? Hehe.
Okey, Masalah mencintai dan membenci karena Allah kita bahas lebih mendalam dipostingan gue selanjutnya. Insya Allah.

2.     2.  Boring Session
                Setelah masa merah jambu yang lagi merah-merahnya, bakal ada fase ini. Fase dimana titik jenuh menghadapi gebetan ataupun pasangan. Fase dimana mulai bosan dengan hubungan yang gitu-gitu aja. Kalau di fase Love Is Blind disms ‘Lagi ngapain’ ‘Udah makan belom’ ‘udah cebok belom’ itu bisa bikin kejang-kejang saking senengnya, di fase Boring Sesion ini semua itu bernilai nothing.
                Iya. N-O-T-H-I-N-G. bahkan mungkin bikin jengah atau ilfeel. Ya karena boring itu tadi, hubungan yang kayak gitu-gitu aja. Si doi juga gak pernah peka, kalau cengcengannya bosen. Akhirnya ngelirik cewe/cowo lain deh, yang bisa bikin nyaman dan dibawa have fun.
                Mungkin kalau yang sama gebetan, bisa jadi lo bosen karena si gebetan juga gakpeka sama perasaan elo. Atau bahkan si gebetan yang bosen sama lo karena lo nya terlalu klasik gombalannya. Atau bisa jadi, si gebetan biasa aja sama elo, tapi elo nya yang terlalu nganggep berlebihan, akhirnya ngambil ke perasaan dan bikin elo berjuang mati-matian buat ngedapetin. Eh tapi pas nembak ditolak. Ukh.

                


                Tapi, setelah ditolak pun lo tetep berjuang demi doi yang lo puja-puja. Karena tanggapannya yang biasa aja dan cenderung bikin mati gaya. Lo bertahan, eh tertahan. Itu fase bosan berjuang :’) Sabar yah. Free puk puk for you.
                Di dalam sebuah hubungan, yang menjadikannya bahagia itu adalah semua pihak yang berperan. Bukan aku-kamu, tapi KITA.  Namanya aja ‘saling’ mencintai yaa semuanya harus serba ‘saling’, saling berjuang, saling bertahan, saling mengerti satu sama lain.
Fase Boring Sesion ini gak boleh lo lewatin gitu aja, maksudnya jangan sampe di fase ini semuanya benar-benar nothing. Jadiin fase ini sebagai masa intropeksi.

3.   The End
                The End adalah masa penentuan. Fase dimana lo harus tegas sama perasaan. Kalau love itu masih bisa di perjuangkan, ya perjuangkan. Jangan disia-siakan. Karena bisa jadi, apa yang ada sekarang bakal bikin lo nyesel kalau gak diperjuangkan. Think twice before.
                Kalaupun misalnya lo harus berhenti berjuang, yakinin diri lo dulu. Yakinin perasaan lo kalau si doi memang seharusnya lo lepas aja, karena mungkin fase Boring Sesion bukannya malah bikin intropeksi tapi malah bikin hubungan dan perasaan broke up. Karena elo yang nentuin the ending of your own story.

The END Cuma punya dua pilihan, Stay On or Move On.
Just choose then.






Nb: This is just a simple word that 
I though then I wrote ;)

Peace Love n gawl,




Emelia Ariska

28/04/14

This is what it should be.

Kala itu, kau pergi dengan meninggalkan jejak bayang. Punggungmu semakin jauh, mengecil didepan, sejalan dengan asa yang menguap tanpa sisa.
Nyatanya, Asa itu, asa kita-aku dan kamu- memberontak hendak mengalahkan logika. Namun ini jalan kita. And this is what it should be.
Iya.... Kita harus berhenti mengejar mimpi-mimpi yang setinggi angkasa itu.
Aku tau kau mengerti. Cukup ingatlah, this is what it should be. Harusnya dari lama kita berakhir, tapi rupanya ego masih bertoleransi pada 'cinta' kala itu.
Dan ingatlah, kau -ataupun aku- hanyalah bagian masa lalu yang cukup diabadikan waktu. Tak perlu ada kembali, it's over.
Cukuplah Tuhan yang akan membawa pada titik mana perhentian ini. Apakah pada akhirnya kita akan sejalan, atau mungkin....... Entahlah...
Let's see......
Suatu saat nanti.
This is what it should be.........

26/04/14

[Book Review] Rain in Paris by Cindy Pricilla

Rain In Paris
Haloww... Jadi beberapa minggu yang lalu, gue iseng ikutan giveaway dari Cindy Pricilla di intagram nya.. karena lagi libur juga, jadi bener-bener bisa luangin waktu deh. Hadiah dari giveawaynya ini ada 2 eksemplar Buku Rain In Paris ber-ttd... wiiihhhhhh .. gak cuma itu ada juga dua postcard yang ada gambar menara Eiffel nya..
THANKYOU SOOOO MUCH, Kak Cindy <3



Yukk langsung aja kita review ;)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...